Aku Menodai Adik Ipar dari Istriku
17 mins read

Aku Menodai Adik Ipar dari Istriku

Cerita Sex Menodai Adik Ipar – Ben adalah seorang lelaki berumur 34 tahun, dengan posisi di pekerjaan yang menjamin dia dan keluarganya berkehidupan sangat layak.

Ben mempunyai seorang istri yang lebih dari cukup untuk memenuhi standart ibu yang baik untuk anak2nya dan bagai pelacur yang memuaskannya di tempat tidur.

Semua ia miliki untuk usianya,namun tak seorangpun yang menyadari bahwa Ben selalu terobsesi dengan Indah adik iparnya sendiri yang tinggal di depan rumahnya bersama suami dan anaknya.

Indah adalah wanita berkulit putih bersih berusia setahun lebih muda dari istrinya. Perasaan itu tidak pernah ada sewaktu Ben pacaran dgn istrinya, tapi akhir2 ini bayangan adik iparnya itu terus menari2 dalam benaknya.

Beberapa kali sewaktu berhubungan seks dengan istrinya ia selalu membayangkan sedang menggauli adik iparnya itu, hal itu sedikit menghibur dirinya, bagaimanapun kakak tidak jauh2 berbeda dengan adik begitu pikirnya.

Hari sabtu pagi ini Ben berencana bangun sesiang-siangnya,pekerjaan seminggu lalu sungguh menyita pikirannya, bangun siang dan bermalasan satu hari penuh..

Tiba-tiba istrinya membangunkannya dan mengingatkan bila mereka harus menghadiri pernikahan kerabat di kota lain yg jaraknya 150an kilo dari pagar rumahnya.. hal itu benar-benar menjengkelkannya.

“ayo dong pah…kan kita sudah janji nih…” rengek istrinya “aduh pusing banget nih ..takut ga bisa nyetir jauh” kata Ben sambil mengernyitkan wajahnya

‘aah alesan .. selalu gitu deh’ kata istrinya bersungut-sungut, tepat ketika Ben hendak membuka mulutnya untuk membela diri, telpon rumahnya berdering keras sekali.

“sudah ..pokoknya aku gak mau tau, selesai aku angkat telepon , papa harus siap ke kamar mandi” sembur istrinya dengan suara melengking .

“aaarrggh” erang Ben.. “Tuhan tidak adil, aku hanya meminta satu hari khusus untuk diriku, satu hari tidur sepanjang siang, Tuhan maha adil? Beuh!” gumamnya dalam hati..

“Pah..pah” panggil istrinya dari ruang tamu..”iya..iya ..ini juga udah mandi” teriaknya dari kamar mandi sambil mengguyur tubuhnya dengan air sedingin es, matanya terbelalak ketika mendengar istrinya berkata .

“Pah..ga usah mandi, lanjutin deh tidurnya, aku dan anak-anak akan ikut ibuku, beliau sudah charter bus

” Tuhan hari ini membuktikan ketidak adilannya dua kali , dirinya sudah terguyur air sedingin es dan diminta kembali ke ranjangnya….

”peduli setan “ desisnya , dengan cepat disambarnya handuk dan secepat angin ia memakai baju tidurnya dan masuk ke dalam selimut hangatnya kembali.

Entah berapa lama ia tertidur sampai akhirnya ia terbangun ketika suara bel rumahnya berdentang2, dengan sumpah serapah ia melangkah ke pintu dan membuka, ternyata Dodi suami adik iparnya berdiri sambil menggendong anak semata wayangnya, mau apa anak beranak monster ini kemari pikirnya sambil mencoba tersenyum,

“Hey Bang, sorry , gini , aku mau nitip kunci, aku dan rio kerumah neneknya, Karena Indah belum pulang dari lari2 paginya jadi biar nanti dia menyusul dengan taxi saja, ini kunci rumah titip ya, makasih baaaanng ” kata Dodi sambil menyerahkan kunci dan berlalu tanpa menunggu jawaban Ben yang sedang ternganga.

“Tuhan tiga kali hari ini Kau menghancurkan sabtu pagiku yang berharga” desisnya..

Ben benar-benar tidak bias tidur sejak itu, dengan gontai dinyalakan TVnya hanya ada layar biru berpendar2 dan tulisan hubungi Costumer Service TV Kabel anda untuk menyelesaikan pembayaran bulan ini

“Mengapaaaaa????” lengkingnya menyedihkan.. Dengan gontai dibukanya pintu rumahnya tujuannya hanya satu , bermalas-malasan dirumah adik iparnya,sekaligus membalas dendam dengan menghabiskan persediaan bir Dodi di kulkas.

“Aah ide yang sangat bagus”

Tak lama kemudian Ben telah berada diruang tengah keluarga adik iparnya itu, dipandang sekitar selama beberap detik sebelum menyerbu ke pintu kulkas untuk meneguk bir dingin disana “Hmm tidak terlalu jelek ” pikirnya sambil merebahkan pantatnya ke sofa empuk di depan tv.

Matanya memutari keadaan dirumah itu sebelum berhenti di foto keluarga Indah yang tergantung di dinding, pengaruh sedikit alcohol membuatnya sedikit terangsang ketika ia memandangi foto Indah,”

Dengan kulit yang putih bersih, badan yang padat dan payudara yang membusung dan bibirnya yang, Ah… aku terangsang sekali, seharusnya aku bisa menikmati tubuh itu juga…”

Ditepisnya bayangan itu, lalu ia beranjak dari ruang tengah ia memasuki ruang tidur, direbahkan tubuhnya ke ranjang empuk disana
“hmmm disini Indah tidur dan bercinta” dielusnya sprei halus sambil membayangkan Indah tanpa pakaian sehelaipun ditubuhnya terayun-ayun disetubuhi oleh suaminya, Ben semakin ereksi , dibongkarnya lemari pakaian dan ia mendapati beberapa celana dalam halus milik Indah , dan sepertinya salah satunya tidak tercuci, dihirupnya kain ditangannya.

aroma tubuh Indah menyeruak memasuki hidung dan menetap dikepalanya, “sungguh bau dari genital wanita” gumamnya parau , di jilatnya celana dalam itu tepat ditengah yang diperkirakan Ben adalah tempat kain itu bersentuhan langsung dengan Vagina Indah.

Penisnya semakin keras, kemudian ia membuka celana pendeknya dan mengeluskan celana dalam itu ke kepala penisnya ,sungguh fantasi yang sangat menyenangkan Ben, semua cairan bening di oleskannnya ke celana dalam itu..

“Aah ..aku bisa gila kalau begini, ” bayangan dirinya sedang bermasturbasi dengan celana dalam itu sangat menggelikan , lalu ia memutuskan untuk membatalkan niatnya menumpahkan spermanya disana. .

Ben kembali ke ruang tengah tepat ketika pagar depan terbuka , “Indah datang..!!” penisnya mengecil kembali ke ukuran biasa sewaktu ia menyapa Indah .

LAINNYA :
1 MINGGU AKU NGENTOT DENGAN 3 ORANG PRIA BERBEDA
USTADZAH 7 HARI MENJADI BUDAK SEXKU

“hai ndah, sorry aku masuk kedalam, dirumah tadi ,Dodi nitip kunci dan aku mau numpang nonton TV disini”
“Ow Bang , ga papa, sekalian temenin bentar ya , aku mo beres-beres bentar lalu mandi dulu dan nyusul Dodi ke rumah ibunya” kata Indah riang.

Ben menatap mata Indah yang indah, mata yang ia kagumi semenjak ia berkenalan dengan kakaknya Indah , wajah yang merona terkena matahari, dan keringat pada kaos putih olahraga itu,

Membuat kaos melekat ditubuhnya dengan sempurna, dengan tinggi 164 /49 dan ukuran buah dada 34D Indah lebih menyerupai dewi sex untuk Ben saat itu,

Ketika Indah melewati Ben, Ben menarik nafas mencoba menghirup aroma badan Indah yang sedang berkeringat segar, “Aduh baunya alami sekali…ya Tuhan ” Ben lalu mengikuti Indah kebelakang rumah,sambil menyambar beberapa kaleng bir.

“Hm , hari ini ..bagaimana caranya aku harus berhasil menyentuh tubuhnya…bantu aku setaan” pikir Ben,
Sambil mengawasi Indah yang sedang melakukan beberapa kegiatan beres2, Ben mencari-cari cara terbaik.

Indah tampaknya kesulitan ketika akan menjangkau peralatan diatas lemari ,Ben tersenyum licik..”gotcha” Indah melirik memelas kepadanya “Bang, Ambilin kursi dong”

“Ndah, ga usah pakai kursi sini deh…. ” lalu Ben melingkarkan tangannya dipantat Indah dan mengangkat tubuh Indah keatas, dengan posisi seperti itu, wajah Ben berhadapan langsung dengan perut Indah sementara tangannya menopang pantatnya “EEEeeh kok digendong sih” seru Indah panik.

“Udah cepetan ambil..berat nih” kata Ben jujur, ketika tangan Indah mencoba meraih barang2 diatas.

Dibawah Ben sedang mensyukuri apa yang terjadi pagi ini, wajahnya menempel ketat di perut Indah, dahinya bersentuhan dengan bagian bawah payudara adik iparnya, lalu dengan pelan di geserkan mulutnya kesamping kiri dan kanan,

“aww jangan gerak2 kepalanya Bang, geli tau” teriak Indah, “udah , cepetaaan ” kata Ben sambil membathin “jangan cepat2 pleaseee…ini hanya awal” posisi sekarang ini membuat penis Ben mengeras kembali ,dengan payudara dikepala dan perut diwajah ia merasa sedang menyetubuhi adik iparnya.

Tepat waktu Indah mengangkat kedua belah tangannya , kaos putih itu ikut tertarik dan kulit putih bersih itu bersentuhan dengan bibir Ben, “Ooh Tuhan kutarik , keluhanku hari ini” desis Ben dalam hati,

Dijilatnya sedikit perut itu seakan itu tidak sengaja, Ben merasa penisnya sudah sangat mengeras, ia terhanyut oleh khayalannya sendiri, otaknya tak sanggup menalar norma,nafasnya kian memburu, lalu dilepaskan pegangan tangannya , dan seketika tubuh Indah meluncur kebawah,

“Aaw , gimana sih bang, kok dilepas” seru Indah kaget, wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Ben,

“Ndah dengar, aku mau bicara , beri aku 5 menit untuk bicara jujur.. bila kamu ga suka, kamu hanya perlu bilang dan aku pulang, ok?” kata Ben dengan terbata2.

Indah mengangguk bingung dan Ben langsung menyambung “ aku sangat suka ke kamu sejak kamu remaja, sejak aku kenal kamu , aku suka kamu sekarang dan kapanpun, aku mencintaimu,aku ingin hatimu.. terserah kamu mau bilang apa… yang jelas aku bisa mengatakan ini langsung ke kamu sudah cukup bagiku,…

Aku ga mau kamu berubah sikap ke aku setelah ini… tapi aku hanya ingin kalau kamu tau ,kalau aku cinta kamu” Ben mengatakan dengan sungguh2 , bahkan ia heran dengan dirinya bisa mengatakan hal jujur ini ke adik iparnya,

“Boleh aku lanjutkan ndah?” kata Ben sambil menyentuh wajah adik iparnya,
Indah memundurkan wajahnya sedikit, mencoba mencerna omongan Ben tadi, tak pernah terpikirkan hal seperti ini akan terjadi.

“Boleh aku lanjutkan ndah” ulang Ben , kemudian Indah mengangguk pelan ,
“Dari semua yang ingin kulakukan , tidak ada yang bisa melebihi ini..

”Ben kemudian memeluk Indah pelan, Indah berundur kebelakang sedikit namun tertahan tembok, Lalu Ben mengendurkan pelukannya dan ia mengecup pipi adik iparnya itu, Indah menutup matanya ketika Ben melakukan itu, sedikit kecemasan mulai menyelimutinya,

Ben kemudian menarik bibirnya dari pipi adik iparnya dan memandang Mata Indah, “ini saatnya Ben ..Ayo !!” bisikan entah darimana berdesir di kupingnya.

Kemudian Ben menyentuhkan bibirnya ke bibir sensual adik iparnya itu, “Ya Tuhan , aku melakukannya” kata Ben dalam hati, tidak ada reaksi dari Indah, lalu Ben mulai menghisap bibir bawah adik iparnya pelan, Indah merasa sangat bingung dan penasaran , apa yang terjadi dengan kakak iparnya ini,

“Hhmmp sudah Bang” kata Indah pelan, tetapi justru ketika ia membuka bibirnya , lidah Ben menerobos masuk , menari-nari di permukaan lidahnya, mengusik ujung lidahnya, selang 2 detik iapun membalas lidah itu,

Begitu Lidah Indah keluar dari mulutnya , Ben seketka menghisap lidah Indah pelan dan teratur, Indah mulai merasa dirinya lemas, semua yang ada di otaknya mulai tertutup sesuatu,.

Ben menyandarkan Indah ditembok, lalu dengan pelan ia terus menjilati dan menyedot lidah Indah, “OOH Indah, kau milikuu” pikir Ben liar, Tangan Ben mulai meraba perut Indah, disibakkannya kaos putih basah itu keatas, di raba pelan gundukan payudara kencang itu,

Kemudian Ben menekan pelan bahu Indah sampai adik iparnya itu terduduk dilantai , dengan terus menciumi bibir Indah, Ben membaringkan Indah di lantai belakang rumah itu, kemudian ia melepas kaos Indah keatas, Indah menggigil sewaktu Ben melakukan hal itu , ia berbisik pelan sewaktu Ben menciumi leher putihnya “Jangan bang Ben, sudah…”

Lidah Ben menjelajahi leher Indah, kemudian giliran telinga Indah, lubang bagian dalampun tak luput dari jilatannya, “ Adik iparku sayang, kutunjukkan betapa aku mencintaimu, betapa aku menginginkanmu” bathin Ben ..

Lidah Ben merayapi leher kemudian ketiak Indah, seketika adik iparnya itu menggelinjang geli, “ouugh ” desis Indah, nafasnya mulai memburu, “Ooh Indah, aku ingin menghirup semua bau tubuhmu” bisiknya ketelinga Indah.

lalu Indah mengangguk pelan,seketika itu Ben melepas Bra Indah, sewaktu Ben melakukan itu, hatinya berdebar,berpacu dengan keringatnya yang menetes deras, dibelainya Paha Indah sambil mengusap pelan dari luar Vagina Indah, dihentikannya sejenak kegiatan itu, “Ya Tuhan , Indah cantik sekali dan sekarang kamu miliku …” bathin Ben..

Indah tanpa bra jauh lebih membangkitkan kelelakian Ben, payudaranya yang indah itu menyembul begitu Bra terlepaskan, Ben langsung menjilati putting payudara itu bergantian kiri dan kanan , Tangan Indah meraba punggung Ben pelan, lalu Ben memegang tangan itu dan mengarahkan ke penisnya.

Ben begitu leluasa, sejenak pikirannya melintas, “Kunodai kamu Indah , kunodai setiap senti tubuhmu , lihat saja..”
Kemudian Ben mulai menjilati perut Indah, sembari tangannya mengelus payudara Indah, Lalu ia berdiri dan menanggalkan kaosnya sendiri, Indah yang terbuai dengan jilatan Ben mulai meremas penis Ben dari Luar,

Tak sabar Ben melolosi celana pendek Indah, celana dalam hitam itu sangat sempurna di kulit perut dan pahanya yang putih, dengan rakus Ben menggigit dan menjilati vagina Indah dari luar,

Kemudian ia segera membuka sedikit celana dalam itu dan lidahnya menyeruak masuk kedalam vagina Indah, “OOooh inilah aroma yang kuimpi2kan…ini aroma yang membuatku selalu membayangkan..inilah rasa vagina Indah, inilah rasa tubuh Indah”

Pinggul Indah terangkat seirama lidah dan bibir Ben menjilat dan menghisap klitorisnya ,Mata Indah menatap kepala Ben yang sedang bergerak-gerak liar di selangkangannya dengan sayu

“Ya Tuhan , apa yang aku lakukan? aku tidak mau ,Tuhaan,aku tidak mauuu” jerit Indah dalam hati, namun suara yang keluar adalah “Ooouuuh aaa uuuuh isshhi isssh issh” desis itu membuat Ben bersemangat,

Lalu setelah puas menjilati seluruh paha betis dan kaki Indah, ia pun menanggalkan celananya, dan menatap tubuh adik ipar dibawah kakinya.

“Kamu harus membayar hutangmu yang membuatku menunggu selama ini Ndah, kamu harus kunodai seluruh tubuhmu” bathin Ben sambil mengarahkan penisnya ke mulut Indah,

Indah menggeleng sewaktu Ben menyentuhkan penisnya yang telah basah ujungnya ke bibirnya, namun Ben menekan kepalanya kearah dalam kemudian dengan menutup mata.

Indah mulai mengulum penis Ben yang mengeras itu,Ben benar2 terangsang melihat bibir Indah mengulum penisnya , hatinya bagaikan dipenuhi oleh cinta, Mata Indah yang indah itu menutup menambah sensasinya sewaktu mengulum penisnya,

“Ya hisap terus ndah, hisap Indah! hisaplah kontolku yang kotor ini dengan bibirmu yang indah itu, ku kotori seluruh rongga mulutmu, seluruh lidah dan gigimu akan kusentuh dan kunodai dengan kontolku,

“ pekik Ben dalam hati , ketika Indah mulai menghisap penisnya, Ben merasa cairan bening didalam saluran kencingnya sudah masuk ke mulut Indah, lidah Indah yang bermain dikepala penisnya membuat penis Ben sangat mengeras

Ia bahkan sewaktu tak pernah membayangkan Indah sejauh ini, begitu lidah dan bibir Indah menjilati buah zakar Ben, barulah Ben tersadar… hatinya sangat puas, “bibirmu sudah ternoda sayang” bathin Ben.

“Sudah cukup, sekarang aku mau menodai tubuhmu “ desis Ben dalam hati sambil melepaskan penisnya dari mulut Indah,
Lalu direntangkan paha Indah.

Indahmerasa inilah saatnya harus stop, matanya terpejam mencoba berpikir, akal sehatnya harus kembali , dia tidak boleh meneruskan hali ini, dia tidak menghendakinya, Indah berpikir bagaimana bila ia berguling kesamping dan “ouuh..ouuuhh Ba-aang”

Penis Ben ternyata lebih cepat daripada otak Indah, penis Ben telah memasuki dirinya “ja-ngaan bang” bisik Indah tak berdaya,

Ben merasa kehangatan menyelimuti tubuhnya ketika ia memasukan semua penisnya kedalam vagina Indah , seperti ada selimut kasat mata di punggungnya, hatinya merasa sangat bahagia melihat Indah, adik iparnya yang selama ini di impikannya menyatu dengan tubuhnya, betapa bahagia melihat penisnya keluar masuk ke vagina Indah,

“Indahh, tidak suka? Panggil aku Ben saja jangan abang bila kamu ingin semua cepat berakhir” kata Ben parau

Indah membuka matanya dan melihat lelaki yang dia hormati selama ini sedang terengah engah diatas tubuhnya “ i—iya Ben ..berhenti Ben” kata Indah lirih sambil menutup mata.

Ben semakin terangsang ketika Indah memanggil namanya, ia merasa seperti kekasih pada Indah, di percepatnya gerakan pinggulnya,

“aahhs iihhs iisss issss issss” erang Indah ia membuka kembali matanya , dan mendapati dirinya sedang terayun-ayun , ada sedikit gelombang kecil diperutnya, awal dari orgasme ! “aahh ahhh aaaah ” desisnya seirama dengan hentakan penis Ben didalam liang vaginanya.

Ben sangat terpesona dengan wajah adik iparnya itu, sangat seksi,kemudian ia jadi lepas kendali, “ Indahhh, saayaangg…enaknya vaginamuuu, enaknya tubuhmu ndah..oohh ..kontolku enak ndah? Kontolku apa rasanya??? “ cerocos Ben , “apa ndah? Kontolku apa ndahhhhh???”

Indah merasa gelombang runtun itu menyebar dari vaginanya ke otot perutnya..dan otot2 kaki2nya..melewati syaraf punggungnya dan mulai menyerang kepalanya… pandangannya mengabur, nafasnya terasa pendek2 “enaak Ben enaakk..kontolmu enaaakk” gelombang orgasme menerpa tubuhnya, wajahnya terasa tertiup hawa panas..

Demi mendengar suara Indah berkata begitu Ben tidak dapat menahan lebih lama lagi , dipercepatnya gerakan pinggulnya dengan kasar,

“ooouuh Indah… vaginamuuuuu milikuuuu” croooooott croooottttttt beberapa kali Ben menumpahkan spermanya ke dalam vagina Indah, setiap semprotan dari penisnya selalu dibarengi oleh pikiran “kunodai Indahhhh…kunodai adik iparkuuu”

Kaki Indah terlipat kaku di pinggang Ben sewaktu orgasme terakhir menerpanya dan Ben menanamkan penisnya dalam2…”Indah terimalah spermakuuu…. kubasahi seluruh liangmuu ..sampailah spermaku ke rahim mu ndahh” bathinnya

Ketika nafas keduanya mulai teratur, Ben melihat Indah tersenyum sayu, mata indah itu membuat penisnya sedikit bergetar kembali,”Cukup” pikirnya ,”tubuhmu sudah ternodai, sudah kukotori ”

Ben bangkit dan memakai celana pendeknya , sambil berbisik ke Indah“sebentar ndahh, jangan berpakaian dulu, aku harus kerumah untuk mengunci pintu nanti aku kembali”

Indah mengangguk lemah sambil tersenyum,Kemudian Ben segera melesat keruang makan, menyambar 2 kaleng bir dari kulkas, dan setengah berlari kerumahnya.

Didepan rumahnya sendiri ia membuka sekaleng bir, menenggaknya sekaligus dan melirik keatas sambil mengacungkan jempol ..” Tuhan .. you are the best “ sambil tersenyum bahagia.

Tamat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *