Cerita Dewasa Istri Orang Butuh Belaian Manja
Cerita Dewasa – Dr. Lidya baru saja menikah dengan salah satu pengusaha dan bekerja di sebuah pemerintahan, Dr. Lidya terkanal dengan keparasan kecantikan dia, jadi tak heran kalau banyak orang yang kagum dan senang saat di tangani oleh Dr. Lidya, umurnya masih muda kira kira 29 tahun dengan suaminya Handoko dia menunda untuk mempunyai momongan.

Saat ini Lidya baru saja berumur 29 tahun dan telah menyelesaikan spesialisnya. Dia sudah menikah dengan Handoko kurang lebih 1 tahun, mereka memutuskan untuk menunda dulu punya bayi demi karier Lidya dan Handoko. Kehidupan pasangan ini sangat mesra dan harmonis, mereka sama2 berasal dari lingkungan yang berada dan cukup terpandang di kota itu.
Baca Juga : Getaran Tubuh Adek-Adekan Aku
Suatu hari Lidya mendapat tugas dari kantornya untuk mengabdi di sebuah pulau yang baru saja menjadi kabupaten di provinsi itu. Sebagai dokter yang telah terikat sumpah bakti, maka dengan berat hati Dia menerima tugas itu, meskipun Dia akan berpisah beberapa saat dengan suaminya Handoko.
Jarak pulau itu dengan kota provinsi memang agak jauh di tempuh dengan kapal laut perintis sekali seminggu. Saat pertama Lidya menempuh pulau itu, Dia di antar Handoko,suaminya, bagaimanapun Handoko ingin melihat lingkungan tempat kerja istrinya itu.
Dokter Lidya menempati rumah dinas yang memang agak jauh dari rumah penduduk lain dan dekat dengan puskesmas. Selama di sana, Handoko selalu menasehati istrinya agar berhati hati dengan penduduk pulau itu, yang memang masih sedikit tertinggal peradabannya.
Dia percaya Lidya bisa menjaga diri, tetapi dalam hatinya memang ada sedikit kekuatiran. Karena selain cantik, cuma Lidya seorang wanita yang bertugas di puskesmas itu.
Hampir tiap malam Handoko menyirami batin Lidya dengan kemesraan2. Dia berharap Lidya akan puas, dan sebab tak tiap saat mereka bersama. Hampir semua cara telah di praktekan Handoko untuk melaksanakan kewajibannya kepada Lidya, dan selalu di akhiri dengan kepuasan yang tinggi bagi keduanya.
Pada saat itu di puskesmas tinggallah Lidya seorang diri dan di bantu oleh seorang laki2 yang bertugas sebagai pengantar ke desa2 pinggir pulau itu untuk memberikan pelayanann kesehatan. Lelaki itu bernama pak Ebel, Dia penduduk asli kota itu.
Umurnya sudah 56 tahun tetapi masih kuat mengayuh dayung perahu, yang selalu membawa Lidya ke desa itu. Sosoknya cukup tinggi, hitam dan amat di takuti dipulau itu. Ebel juga memiliki istri 3 orang dan Dia di segani dipulau itu. tiap hari Ebel selalu menemani Lidya , kedesa dengan perahunya.
Teradang jika larut malam, pak Ebel tak pulang ke rumah istrinya, karena jauh dan Dia menginap di rumah dinas Lidya. Dia juga mengetahui sesekali Handoko, suami Lidya datang dan bermalam di rumah itu. Suatu hari, Ebel tanpa sengaja melihat Lidya dan Handoko sedang melakukan hubungan badan, Dia tak tahu saat itu Handoko ada di rumah.
Dia sempat melihat kepolosan Lidya saat di senggamai Handoko. Dan sejak saat itu, Dia selalu terbayang akan sosok tubuh Lidya. Pada akhir2 setelah itu, suami Lidya jarang datang ke pulau itu dan kebetulan pak Ebel menanyakan kepada Lidya.
“Buk, pak Handoko kok jarang kesini lagi?” tanyanya.
“Oooo.. bang Handoko sekolah lagi ke jawa. Yahhh kira-kira 4 sampai 5 bulan pak” jawab Lidya.
“Pantas bapak gak pernah kelihatan” kata Ebel.
Sebulan kemudian, suatu malam sepulang dari desa, hujan turun dengan derasnya dan disertai angin topan. Untunglah saat itu Lidya dan pak Ebel telah sampai dipinggir sungai. Lalu dengan basah kuyup mereka berlari kerumah Lidya.
Sesampainya dirumah Lidya menyilahkan pak Ebel masuk,
“Masuk aja pak, nanti aku ambilkan handuk” kata Lidya sambil berlalu kebelakang.
Lalu Dia memberikan handuk dan pak Ebel pun membuka pakainannya yang basah. Sedangkan Lidya ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan mengganti pakainannya yang basah dengan pakaian tidurnya. Lalu Dia kedepan dan memberikan baju bekas suaminya ke pak Ebel.
“Dipakai saja baju bang Handoko ini pak” kata Lidya ke pak Ebel.
“Makasih buk” kata pak Ebel.
Lalu Lidya ke dapur dan membuatkan kopi panas buat pak Ebel. Tak lama kemudian Dia keluar dan menghidangkan kopi panas kepada Ebel sambil jongkok. Saat itu sempat terlihat belahan dada yang tertutup bh oleh pak Ebel, “alangkah mulusnya,,” guman pak Ebel dalam hati.
Lidya saat itu tak sadar bahwa dadanya sempat diintip Ebel. Dia lalu duduk di sofa itu sambil berkata,
“diminum kopinya pak”
“baik buk” kata Ebel.
Lalu Lidya berbincang dengan pak Ebel,
“pak, jika hujan dan dingin gini apa bisa pak Ebel tidur di sofa ruang tamu aja?” kata Lidya.
“Soalnya kamar cuma satu” katanya lagi.
“Ooo gak apa apa buk” jawabnya.
“Oh ya udah pak. aku tidur dulu ya” kata Lidya.
Sambil bergurau pak Ebel bilang “Hati2 bukkk, jika takut, biar aku temani di kamar” katanya
“Ooooo.. jangan pakkk, nanti aku khilaf pak” kata Lidya gak kurang guraunya.
“Sekali-kali gak apa buk, kan ibu kesepian”
“Wahhh kurang ajar juga orang ini” kata Lidya dalam hati.
“Tidak pak” kata Lidya lagi.
Lalu pak Ebel berdiri dan mengikuti Lidya ke kamarnya.
“Lho… ada apa kok bapak mengikuti saya?” tanya Lidya.
“Aku tahu ibu pasti kedinginan dan butuh belaian, sebab ibu sudah agak lama tak berhubungan dengan suami ibu. Jadi aku bersedia menggantikan suami ibu” kata Ebel lagi.
“Keluar…!!!!” kata Lidya keras.
“Jangan galak-galak bu, nanti kecantikan ibu habis” jawabnya lagi.
“Cuma sebentar kok bu, gak ada orang yang tahu juga” kata pak Ebel.
Sedang Lidya saat itu dalam hatinya bergolak ingin marah dan menampar muka pak Ebel. Namun Dia tahu Dia cuma seorang diri di malam yang di sertai hujan deras itu.
“Buk, aku sudah lama juga ingin bersama ibu” kata pak Ebel.
“Sejak aku melihat ibu dan bapak berdua saat itu” imbuhnya.
“Jika ibu tak mau, aku akan berusaha membuat ibu mau” katanya lagi.
Saat itu tak ada pilihan lain bagi Lidya. Memang saat itu nafsunya sedang berada dipuncak, namun Dia tak ingin dengan pak Ebel yang dekil. Namun Dia tak ada pilihan lain.
Lidya cuma diam saja dan duduk di pinggir ranjangnya, sementara pak Ebel terus masuk kekamar dan duduk di samping Lidya. Lalu Dia membelai rambut sebahu Lidya, sambil menciumi bibir Lidya. Lidya cuma diam dan menanti apa yang akan diperbuat lelaki itu. Pak Ebel lalu berdiri, menutup pintu kamar dan menguncinya.
Dia lalu membelai dada Lidya, Dia turunkan baju tidur Lidya sambil menciumi leher jenjangnya. Setelah baju tidur itu terbuka, Dia lalu buka pengait bh yang berukuran 34b itu. Tampak dua gunung kembar yang mulus dan terawat. Mulut pak Ebel tak henti-hentinya menciumi dan menjilati puting susu Lidya.
Sebelah tangannya lagi turun kebawah dan membuka kain penutup memek Lidya. Lalu Lidya Dia baringkan di ranjang, cd Lidya Dia tarik kebawah, lalu terbukalah goa kenikmatan yang tertutup bulu halus.
Lalu jari pak Ebel memasuki goa itu. Dia memainkan nafsu Lidya hingga Lidya pun sempat orgasme dan mengeluarkan cairannya. Pak Ebel lalu membuka pakainanya, sehingga mereka sama-sama telanjang bulat. Kontol pak Ebel tampak tegak mengacung ingin cepat2 masuk kedalam memek dokter Lidya. Lidya yang telah terbuai nafsu cuma pasrah dan menanti.
Tubuhnya terlentang di ranjang, tangannya cuma terbuka, dan dadanya penuh keringat. Tanpa menunggu lebih lama lagi pak Ebel membuka paha Lidya dan memasukan kontolnya yang besar kedalam lubang memek Lidya. Dengan penuh nafsu pak Ebel memaju-mundurkan pantatnya, menyodokkan kontolnya yang keras itu di lubang kemaluan Lidya yang sudah basah.
Lidya cuma pasrah mengikuti permainan pak Ebel sambil terus mendesah.
“aachh,, oouuuhhh,, mmhhh,,, aah,, aaaahh,,,” cuma kata kata itu yang keluar dari mulut Lidya.
Semakin lama Lidya pun seperti semakin menikmati permainan pak Ebel yang semakin intense. Desahan-desahan lirihnya mengiringi tiap sodokan kontol pak Ebel di memeknya. Lidya tak menyangka bisa mendapat kenikmatan dari lelaki selain suaminya, bahkan Dia merasakan kenikmatan yang lebih. Mungkin karena ukuran kontol pak Ebel yang lebih besar dari suaminya.
Setelah sekitar 20 menit pak Ebel memaju mundurkan kontolnya, barulah Dia memuntahkan spermanya di dalam memek Lidya. Sedang Lidya sejak pertama tadi telah klimaks berulang ulang. Mereka pun kemudian langsung tidur, dan malam itu berlalu tanpa sepatah kata pun dari Lidya.
Setelah kejadian itu, saat birahi Lidya sedang berada di puncak, Dia terkadang meminta pak Ebel untuk menemaninya di kamar, cuma untuk memuaskan nafsunya. Pak Ebel pun dengan senang hati menuruti permintaan Lidya. Dan sampai saat ini mereka masih berhubungan.
One thought on “Cerita Dewasa Istri Orang Butuh Belaian Manja”